Arsip Penulis: lebah_madu

Tentang lebah_madu

menulis apapun yang ingin aku tulis, berbagi cerita dengan perasaan dan pengalaman yang terlewati agar tertanam sempurna sebagai kenangan

MIMPI

merajut dan mengejarnya berjalan dan berlari seperti acuan roda dalam irama. hmmm indah sekali proses itu. aku yang sampai detik ini masih menerka – nerka sepertii apa akhirnya  nanti, akhir dari karir, pelabuhan cinta, bahkan hidupku. bagaimana nanti caraku menghadap Ilahi, sakit kah? kecelakaankah? khusnul khotimah kah? atau malah suulkhotimah? nauzubillah yang terakhir aku tak berharap demikian.

maka saat tiba sebuah pertanyaan “mau jadi apakah kamu nanti?” atau “mau seperti apa  kamu nanti?” aku hanya  terdiam membiarkan pertanyaan – pertanyaan sederhana itu memenuhi ruang dikepalaku. pertanyaan sederhana yang  bahkan sampai saat ini selalu membuatku bimbang mau jadi apa akau nanti, sangat jauh berbeda pada saat aku masih kecil dulu, saat guru bertanya “anak-anak nanti kalau sudah besar kalian mau jadi apa?” maka aku dengan semangatnya akan menjawab jadi  guru, jadi polisi, jadi dokter. hahaaa bahkan pernah mau jadi pilot.

dan saat  ini, saat usiaku telah sampai pada 22 tahun semua berubah bahkan saat  aku sudah menjadi seorang guru. tetap saja aku merasa penuh pertanyaan mau seperti apakah aku nanti, mau jadi guru seperti apakah aku di hadapan siswa – siswaku nanti? dapatkah aku menjadi guru yang dirindukan oleh siswa – siswaku nanti?

semakin besar semakin rumit untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan sederhana, semakin belajar semakin banyak menemukan masalah, owhhh iya kurtilas kan belajar dari masalah – masalah yang timbul.

 

Iklan

pojok depan mejaku

faku adalah salah satu dari sekian banyak manusia di bumi yang diberi kesempatan untuk mendampingi anak-anak pada usia remajanya. Aku adalah seorang guru magang di sebuah sekolah smp swasta di kota bekasi. Aku suka dengan profesiku ini karena dapat menemani mereka tumbuh dan berkembang, menjadi tempat bertanya atas apapun yang ingin mereka tanyakan. Dan aku akan menjawabnya sesuai dengan apa yang aku ketahui. Memaklumi mereka dengan sifat ingin tahunya karena aku pun pernah berada dalam posisi yang sama seperti mereka. Hanya saja lingkungan mereka telah berbeda tak sebersahabat saat aku dulu. Maka kemudian aku tak akan menyamakan generasi mereka dengan generasiku karena memang sudah jauh berbeda.

Jamanku dulu belum ada akses internet semudah seperti saat ini, kami belum memegang tepon genggam jika pun ada itu pastilah hanya orang-orang tertentu. Telpon genggamnya pun hanya CDMA bermerk esia, atau fren. Untuk GSM pun hanya paling nokia, atau sony ericcson sekarang keduanya sudah berganti brand. Untuk kewarnet kami harus ke kecamaatan yang harus di tempuh selama 30 menit menggunakan sepeda motor. Sedang sekarang anak – anak TK saja sudah pintar main android, anak SD sudah pajang foto pacar di facebook. Jadi kamu bisa pertimbangkan masanya sudah benar – benar berbeda walau selisih waktunya hanya terpaut 10 tahun. Tapi kemajuan yang sangat pesat jadi dalam sepuluh tahun sangat banyak perubahan yang berarti lain kali akan ku ceritakan di ceritaku yang lain.

Tapi kali ini aku tidak ingin menceritakan kepadamu tentang murid “jaman now” yang sedang ngehits itu. Aku ingin bercerita tentang seorang murid kebanggaanku, aku bangga menjadi gurunya aku bangga bisa menyaksikannya tumbuh. Namanya Rio Setiawan seorang anak luar biasa yang memberikan banyak pelajaran kepadaku dia mederita kelainan pada matanya ia tidak dapat melihat sesuatu dari jauh atau bahkan ketika membaca dia harus mendekatkan buku itu kematanya, aku tak tau kelainan mata apa yang dia derita yang ku tahu dibalik sesuatu hal istimewa (kelainan) yang Allah amanatkan Dia pasti memberikan suatu anugrah yang luar biasa kamu tau dia mempunyai ingatan yang sangat tajam bahkan ketika dia membaca buku dia bisa langsung mengingatnya luar biasa bukan, dia juga pandai berhitung saat temannya harus melakukan perkalian dengan menghitung di kertas dia cukup dia dan memejamkan matanya maka jawaban itu langsung ia dapatkan. Luar biasa bukan?

Rio adalah anak yang luar biasa dia baik dan juga lucu, aku tak pernah melihatnya mengeluh malah dia termasuk anak yang ceria walau memiliki keistimewaan itu, kadang aku lupa menulis tugas di papan tulis maka seketika ku lihat dia maju kedepan mebaca tiap kata yang kutulis dengan menenteng bukunya. Aku  miris melihatnya dia tidak manja malah kadang kutawarkan padanya untuk kudikte tulisan dipapan tapi dia bilang tidak usah tapi jika teman – temannya sudak komplen karena tulisan di papan tulis tertutup badannya maka saat itulah dia menyerah dan aku mullai mendiktenya, dia tidak pernah mencotek pada temannya dia selalu mengerjakan tugasnya semampu yang ia bisa maka saat kemarin UTS dia dapat nilai 87 dia mendatangi mejaku

“bu, bu, ini saya dapet berapa?” tanyanya saat tepat beda di samppngku

“87 rio”

“eah ini beneran bu? Yeeyy” katanya sambil mengepalkan tangan sambil menggoyang – goyangkannya.

Aku ikut tersenyum bahagia, itulah ekspresi paling jujur yang kudapati dari seorang murid yang sangat istimewa yang pernah kumiliki.

Kamu tau setiap aku masuk kekelasnya maka hal yang selalu ingin keperhatikan adalah dia aku ingin dia merasa diistimewakan, aku tak ingin dia merasa diacuhkan maka dengannya lah aku berbuat seperti pada adikku sendiri. Ya dia rio murid yang teriak dengan cempreng memarahi temannya yang berisik pada jam pelajaranku, karena dia tau aku tak mau marah di kelas maka mungkin itu adalah batas kesabarannya pada temannya yang berisik.

Teruntuk rio, mungkin ibu bukanlah guru yang baik untukmu, tapi semoga kamu tidak marah pada ibu yang masih harus belajar menjadi seorang guru yang kompeten, mungkin menurutmu ibu kurang tegas tapi sayang tegas itu bukanlah marah kemudian memberi hukuman dengan penggaris dan sebagainya. Bukan sayang, ibu tak akan tega melakukan hal itu padamu dan teman – temanmu jika mereka nakal itu bukan salah mereka, mungkin memang pergaulan yang membuat mereka seperti itu, maka ibu harap kamu tidak demikian. Dengan keistimewaan yang kau miliki tujukanlah pada ibu dan mereka bahwa kelak kau akan lebih dari yang mereka nilai saat ini nak. Kamu luar biasa dan ibu tau itu.

Salam dari guru magang pelajaran IPA.f

Tak Sekedar Lewat

Hari ini Rabu 28 Maret 2018. Saat aku duduk di bangku sebuah ruangan berjendela yang langsung menghadap lapangan sebuah sekolah. kulihat disana banyak siswa sedang beraktivitas ada yang sedang  melakukan  latihan LKBBT, joget komando SMP dan SD. Aku tersenyum sendiri menatapnnya, teringat akan kenangan saat aku SMP dulu.

Melihat mereka seperti aku sedang mengulang masalalu, aku tersenyum sendiri membayangkan diriku yang sedang berada di lapangan berpanas – panas ria dalam keseruan. Aku ingat tentang sesuatu yaitu saat aku mengikuti lomba Kwartir Ranting (Kwarran) di Desa Bahagia, Ujung Harapan. Waktu itu kami berangkat setelah hujan semalaman, kami mendirikan tenda dilapangan yang becek tapi tak menyurutkan semangat kami, siang hari setelah mendirikan tenda gerimis mengujungi, jalan jadi semakin basah dan dan berlumpur waktu itu. Tapi sungguh itu tak pernah menyurutkan semangat kami pada hari pertama ada tiga lomba, masak rimba, pengetahuan pramuka, dan senam pramuka, sebenarnya ada lagi yaitu marawis hanya saja sekolah kami tidak mengutus tim marawis karena tidak semua anak pramuka pandai bermain alat musik yang satu itu termasuk aku, Ha ha haa. Aku sungguh tak pandai dalam hal seni buktinya sampai saat ini aku tak bisa bermain satu pun alat musik, tak bisa melukis, dan menulis pun kau bisa melihat sendiri hasilnya, ini hanya sesuatu yang aku sukai, jadi ya aku hanya melakukan hal-hal yang aku sukai saja.

Selesai acara lomba jam 10 malam kami di persilahkan untuk berlayar dipulau kapuk. belum juga kami tertidur hujan turun dengan amat derasnya hingga belum satu jam tenda kami mengalami kebanjiran, lucu tapi kami sangat kedinginan kami duduk didalam tenda hanya untuk berteduh dari hujan, hingga kemudian kami disuruh pindah kependopo depan desa, saat kami tiba di pendopo tersebut sudah banyak pramuda-pramudi dari ambalan lain yang sudah duduk bahkan tidur disana, kami dapat sedidkit ruang yang sebenarnya tidak cukup untuk posisi membaringkan badan, jadi kami hanya duduk saja seperti anak ayam yang mengerubungi lampu dengan baju yang bisa dikatakan basah cukup membuat kami kedinginan, jam 2 malam kami dibangunkan disuruh pindah kesebuah rumah warga disebrang jalan, kami tidur diluar dengan tikar ambal dan selimut tapi setidaknya itu sudah sangat nyaman untuk kami yang saat itu sudah sangat kelelahan hingga kami tertidur dengan paginya aku bangun jam 5, mandi, kemudian tidur lagi, aku  masih sangat ngantuk waktu itu. Kemudian siang hari seperti mu’zizat untuk kami, matahari bersinar dengan semangatnya panas menyentuh kulit tapi lebih panas lagi semangat yang kami miliki. Disana ada berbagai macam lomba aku lupa apa saja tapi yang pasti selalu ku ingat kami pulang membawa 11 piala dengan meraih juara umum 2, kami membawa pulangnya dengan sangat bangga, bahkan pada saat upacara di sekolah kami diberikan penghargaan dengan melakukan upacara serah terima piala.

Dan itulah kenangan yang tak pernah kulupakan sampai saat ini tentang acara kemah dalam pramuka selalu ku terkenang saat aku melihat anak sekolah berseragam pramuka karena aku punya banyak kenangan disana, meski aku suka sebal pada kaka pembina saat mereka memaksaku memungut permen yang sudah jatuh ketanah menggunakan mulut dan menelannya, meski aku sebal dengan kaka kelas yang sok senior yang memaksaku memakan nasi yang mereka aduk-aduk dengan tangannya. aku tidak suka itu bahkan,, aku pernah berdebat menurutku itu sangat jorok tapi sudahlah apa boleh buat. Toh semua tinggal kenangan dan yang untuk kejadian tertentu aku tak mau mengulangnya. Aku egois biarkan saja.

Salam manis dariku yang pernah mengalami masa SMP dan yang pernah jadi anak pramuka.

Penipu ulung

IMG_20170225_122639

“May, kamu nyebar hoak apa?” itu WA pertamanya saat menghubungiku di hari itu, aku yang membacanya pun bingung. Menyebar hoak apa? Menurutku aku tak pernah sembarang menshare berita – berita yang tak jelas sumbernya, ditambah aku pun sebenarnya tak pernah benar – benar dekat dengannya dalam dunia nyata, aku hanya mengenalnya dari temanku dan aku pun hanya bercerita tentang kedekatanku dengannya tepatnya aku tidak terlalu dekat dengannya kami hanya kenal lewat WA dikenalkann oleh temanku Sari.atau jangan-jangan smartphoneku terkena hacker. Sekketika pikiranku berbaur campur aduk akhirnya setelah itu keberanikan membalas WA nya.

“nyebar hoak apa? Hp ku dari tadi aku taruh diatas meja.”  balasku mencoba minta penjelasan

“itu kata Sari, masa kamu bilang aku punya cewek”

“emang iya kan? Aku lihat distatus WA kamu upload chattan sama cewek”

“bukan ko. makanya may, kalau ada apa-apa jangan suuzon dulu mending di tanya sama yang bersangkutan dulu itu temen ko bukan pacarku” jelasnya

“ohh, iya deh, maaf yah” balasku, sebenarnya aku tidak begitu percaya pada dia tapi berhubung temanku Sari adalah saudaranya, baiklah aku percaya Sari karena dia juga menjelaskan demikian.

Entah karena rasa bersalah atau apa berusaha baik kepadanya membalas pesannya dengan manis dan dia juga sangat menyenangkan menurutku, dia asik walau sedikit agak kaku menurut Sari dia tertutup dengan perempuan jadi aku berusaha memaklumi sikap kakunya itu. Kami bercerita benyak lebih tepatnya cerita ngelantur. Ha ha haa tapi aku suka jika mendapat teman yang lucu dan asik apalagi aku bisa tertawa sendiri dengan pembahasan yang kami buat.

“udah makan?” tanyanya

“udah, ini lagi ngemil”

“ngemil mulu”

“biar gemuk”

“segitu aja udah cukup ko”

“ini ma kurus”

“cakepan kurus”

“cakepan gemuk” kataku

“kaya bola?”

“Kaya bumi”

“gede bangat”

“ha ha haa”

Mungkin menurutmu percakapan seperti itu adalah hal biasa, tapi untukku yang selalu menutup diri dari laki-laki yang berusaha masuk kekehidupanku adalah hal yang luar biasa. Setidaknya setelah hari-hari  itu aku sering merasakan bunga-bunga sedang bermekaran di hatiku, dan aku menikmatinya.

Waktu berjalan teru – menerus hingga temanku Sari memberi berita yang cukup mencengangkan untukku bagaimana tidak. Disaat aku mulai membuka hati pada seorang pria tiba – tiba Sari mengatakan bahwa ia sebenarnnya telah menjalin hubungan dengan wanita lain dan itu sudah berlangsung selama dua bulan berarti dia mempunyai pacar jauh sebelum aku mengenalnya. Bodoh sekali aku ini. Aku merasa sangat hancur saat itu, aku baru saja mulai mempercayai seorang laki – laki yang ku kira adalah laki – laki baik tapi ternyata dia hanyalah seorang penipu ulung.

Aku sangat kesal waktu itu maka aku menghapus kontaknya dari smartphone ku padahal nomor itu belum genap dua minggu menempati kontak telponku. Aku tidak marah pada Sari karena dia juga turut dibohongi oleh laki – laki itu, aku juga kecewa kepadaa diriku bagaimana mungkin aku bisa mudah sekali merasakan jatuh hati pada playboy kawakan seperti itu. Tapi, ada juga hikmah yang dapat ku ambil dari kejadian itu karena Allah masih menyayangiku maka Dia menjauhkan sesuatu yang belum halal untukku. Maka lebih baik aku seperti ini dahulu sampai waktunya tiba bahwa dia yang benar-benar dijodohkan padaku akan datang pada waktu dan keadaan yang tepat, dimana aku telah benar – benar siap untuk mengarungi cinta sesungguhnya.

Dan untuk sepenipu ulung itu, semoga kau cepat tobat. cintai dia yang disampingmu saat ini berhenti menjadi  orang yang jahat untuknya Karenna menjadi orang yang tak anggap adalah sebuah luka yang sulit diungkapkan bagaimana wujudnya tapi sakitnya sangat-sangat terasa.

KONSUMEN CERDAS DI ERA DIGITAL

Screenshot_2018-04-15-23-17-07_com.instagram.android_1523809059039

Pada abad 21 dikenal sebagai generasi milenial, dimana generasi muda dan internet tidak dapat dipisahkan, bahkan hampir semua hal dapat dilakukan dengan menggunakan gadget. Tidak jauh beda dengan berbelanja. Pada masa ini banyak anak muda yang memulai bisnisnya dengan menawarkan usaha dan jasa melalui media sosial diantaranya yang sedang marak saat ini adalah instagram. Di instagram kita dapat menemukan apapun yang kita inginkan dari belanja baju, make up, tas, sepatu, accecoris, Dsb. Bahkan saat ini banyak aplikasi yang diberikan sebagai wadah untuk berdagang diantaranya Lazada, Toko Pedia, Bukalapak, dan masih banyak lagi.

Nah, di era digital sekarang ini dimana dalam melakukan transaksi jual beli si penjual dan pembeli tidak bertatap muka secara langsung serta si pembeli juga hanya tau informasi barang yang ia inginkan dari keterangan yang tertera pada gambar. Namun demikian, dimana kebiasaan yang berlaku adalah si pembeli meneransfer uang terlebih dahulu baru setelah itu penjual mengirim barang pesanannya kealamat pembeli. Tapi kadang ada saja penjual nakal yang menjual barang dibawah kualitas harga bahkan lebih parahnya sampai melakukan penipuan dengan tidak mengirim barang kepada pelanggan sama sekali. Makanya pada Era Digital seperti ini kita diharuskan untuk menjadi konsumen cerdas yang mampu menilai mana olshop yang dapat dipercaya dan mana yang sebaiknya di hindari.

Pertama, kita dapat melihat dari jumlah followers, testimony, komentar para konsumen, biasanya olshop yang sedikit komentar dari konsumen bahkan menutup kolom komentarnya dapat kita curigai. Karena olshop yang menutup kolom komentar biasanya berisi gugatan konsumen atas ketidak puasan dari pelayanan olshop tersebut.

Kedua, dari harga biasa  harga berbanding lurus dengan kualitas, maka sudah tidak menjadi rahasia umum lagi bahwa semakin bagus kualitas maka semakin wah pula harganya. Jika pun kita menemukan diskon pastikan diskonnya masih diangka standar.

Ketiga, belilah di olshop-olshop yang  sudah terpercaya seperti yang sudah dalam suatu naungan yang telah termanajemen dengan baik sehingga jika barrang tidak sampai atau tidak sesuai dengan kualitas yang tertera kita bisa return atau membatalkannya.

Yups, mungkin hanya itu tulisan saya tentang konsumen cerdas di era digital  semoga bermanfaat.

konsumen cerdas di era digiital

 

 

 

Puisi Challenge

IMG-20170923-WA0046puisi challenge  adalah dimana anda diminta untuk menuliska puisi berdasarkan clue yang di berikan oleh penantang. Misal, teman anda memberikan beberapa kata pada anda, kata apa  saja bebas kemudian anda diharuskan membuat puisi atau prosa dari kata-kata tersebut tidak boleh kurang.

seperti malam ini aku dan adikku memberikan lima kata kepadaku untuk kubuat puisi dan kata tantangannya adalah putri, rahmat, cantik, jelek, imut. Maka inilah hasilnya:

” sore itu ketika hujan turun mengguyur kota, kutatap seorang putri nanjelita tengah menari di bawah rintiknya. Mungkin ia hendak menikmati rahmat Tuhannya atau sebenarnya aku yang sedang diberi nikmat oleh Tuhanku, karena, dapat menikmati kecantikan ditengah hujan. Sungguh, dia tidak jelek. Meski tak ber make-up dia tetap sempurna.

Sore menjelma, dan aku sudah dimeja kerja dengan secangkir kopi hitam berupa. Aku masih terbayang dengan senyumnya yang mempesona. Walau hujan telah reda, ia tetap imut dengan kerudung lembut yang sempurna menutup rambutnya. “

Itulah hasil pertamaku, mungkin menurutmu tidak terlalu bagus namun untukku, ini cukup asik, kamu bisa mencobanya dirumah atau diblog pribadimu, ajak temanmu yang juga suka menulis pasti seru punya teman yang memiliki hoby sama  tak sepertiku yang jika ketahuan teman sekelasku sedang menulis puisi atau kata iseng pasti langsung dibilang lebay. Aku sungguh merasa risih akan hal itu, karena kadang aku merasa ingin didukung dibantu bukan untuk dijatuhkan seperti itu tapi lagi-lagi aku tak bisa berbuat apa-apa itu hak mereka. Ohh iya Aku dapat ini dari akun instagram ka @alfinrizalisme.  kalian bisa berkunjung ke akun tersebut banyak puisi-puisi keren menanti untuk dibaca.

Salam Hangat

sepi

Malam, ajari aku untuk kuat dan bertahan dalam sepi. Sepi yang selalu menusukku  hingga butiran bening kadang jatuh tak tertahankan sepi yang kadang menikam hingga bagian yang terdalam.

Hari ini aku ingin bercerita sedikit tentang perasaan yang baru saja datang perasaan yang tiba-tiba muncul, sesak, air mataku langsung menetes entah apa yang sedang aku rasakan  semua begitu cepat semua tiba-tiba datang sepi itu datang dan aku menangisinya.

Apa aku kalah? Aku rasa tidak aku hanya sedang tak dapat mengendalikan emosiku hanya itu aku hanya kalah sesaat tidak lebih. benar hanya sesaat aku sudah kembali menata hatiku lagi  karena aku tidak akan terpuruk dalam waktu lama tidak sama sekali.

 

Jakarta, 09 Oktober 2016