Category Archives: Uncategorized

Penipu ulung

IMG_20170225_122639

“May, kamu nyebar hoak apa?” itu WA pertamanya saat menghubungiku di hari itu, aku yang membacanya pun bingung. Menyebar hoak apa? Menurutku aku tak pernah sembarang menshare berita – berita yang tak jelas sumbernya, ditambah aku pun sebenarnya tak pernah benar – benar dekat dengannya dalam dunia nyata, aku hanya mengenalnya dari temanku dan aku pun hanya bercerita tentang kedekatanku dengannya tepatnya aku tidak terlalu dekat dengannya kami hanya kenal lewat WA dikenalkann oleh temanku Sari.atau jangan-jangan smartphoneku terkena hacker. Sekketika pikiranku berbaur campur aduk akhirnya setelah itu keberanikan membalas WA nya.

“nyebar hoak apa? Hp ku dari tadi aku taruh diatas meja.”  balasku mencoba minta penjelasan

“itu kata Sari, masa kamu bilang aku punya cewek”

“emang iya kan? Aku lihat distatus WA kamu upload chattan sama cewek”

“bukan ko. makanya may, kalau ada apa-apa jangan suuzon dulu mending di tanya sama yang bersangkutan dulu itu temen ko bukan pacarku” jelasnya

“ohh, iya deh, maaf yah” balasku, sebenarnya aku tidak begitu percaya pada dia tapi berhubung temanku Sari adalah saudaranya, baiklah aku percaya Sari karena dia juga menjelaskan demikian.

Entah karena rasa bersalah atau apa berusaha baik kepadanya membalas pesannya dengan manis dan dia juga sangat menyenangkan menurutku, dia asik walau sedikit agak kaku menurut Sari dia tertutup dengan perempuan jadi aku berusaha memaklumi sikap kakunya itu. Kami bercerita benyak lebih tepatnya cerita ngelantur. Ha ha haa tapi aku suka jika mendapat teman yang lucu dan asik apalagi aku bisa tertawa sendiri dengan pembahasan yang kami buat.

“udah makan?” tanyanya

“udah, ini lagi ngemil”

“ngemil mulu”

“biar gemuk”

“segitu aja udah cukup ko”

“ini ma kurus”

“cakepan kurus”

“cakepan gemuk” kataku

“kaya bola?”

“Kaya bumi”

“gede bangat”

“ha ha haa”

Mungkin menurutmu percakapan seperti itu adalah hal biasa, tapi untukku yang selalu menutup diri dari laki-laki yang berusaha masuk kekehidupanku adalah hal yang luar biasa. Setidaknya setelah hari-hari  itu aku sering merasakan bunga-bunga sedang bermekaran di hatiku, dan aku menikmatinya.

Waktu berjalan teru – menerus hingga temanku Sari memberi berita yang cukup mencengangkan untukku bagaimana tidak. Disaat aku mulai membuka hati pada seorang pria tiba – tiba Sari mengatakan bahwa ia sebenarnnya telah menjalin hubungan dengan wanita lain dan itu sudah berlangsung selama dua bulan berarti dia mempunyai pacar jauh sebelum aku mengenalnya. Bodoh sekali aku ini. Aku merasa sangat hancur saat itu, aku baru saja mulai mempercayai seorang laki – laki yang ku kira adalah laki – laki baik tapi ternyata dia hanyalah seorang penipu ulung.

Aku sangat kesal waktu itu maka aku menghapus kontaknya dari smartphone ku padahal nomor itu belum genap dua minggu menempati kontak telponku. Aku tidak marah pada Sari karena dia juga turut dibohongi oleh laki – laki itu, aku juga kecewa kepadaa diriku bagaimana mungkin aku bisa mudah sekali merasakan jatuh hati pada playboy kawakan seperti itu. Tapi, ada juga hikmah yang dapat ku ambil dari kejadian itu karena Allah masih menyayangiku maka Dia menjauhkan sesuatu yang belum halal untukku. Maka lebih baik aku seperti ini dahulu sampai waktunya tiba bahwa dia yang benar-benar dijodohkan padaku akan datang pada waktu dan keadaan yang tepat, dimana aku telah benar – benar siap untuk mengarungi cinta sesungguhnya.

Dan untuk sepenipu ulung itu, semoga kau cepat tobat. cintai dia yang disampingmu saat ini berhenti menjadi  orang yang jahat untuknya Karenna menjadi orang yang tak anggap adalah sebuah luka yang sulit diungkapkan bagaimana wujudnya tapi sakitnya sangat-sangat terasa.

Advertisements

KONSUMEN CERDAS DI ERA DIGITAL

Screenshot_2018-04-15-23-17-07_com.instagram.android_1523809059039

Pada abad 21 dikenal sebagai generasi milenial, dimana generasi muda dan internet tidak dapat dipisahkan, bahkan hampir semua hal dapat dilakukan dengan menggunakan gadget. Tidak jauh beda dengan berbelanja. Pada masa ini banyak anak muda yang memulai bisnisnya dengan menawarkan usaha dan jasa melalui media sosial diantaranya yang sedang marak saat ini adalah instagram. Di instagram kita dapat menemukan apapun yang kita inginkan dari belanja baju, make up, tas, sepatu, accecoris, Dsb. Bahkan saat ini banyak aplikasi yang diberikan sebagai wadah untuk berdagang diantaranya Lazada, Toko Pedia, Bukalapak, dan masih banyak lagi.

Nah, di era digital sekarang ini dimana dalam melakukan transaksi jual beli si penjual dan pembeli tidak bertatap muka secara langsung serta si pembeli juga hanya tau informasi barang yang ia inginkan dari keterangan yang tertera pada gambar. Namun demikian, dimana kebiasaan yang berlaku adalah si pembeli meneransfer uang terlebih dahulu baru setelah itu penjual mengirim barang pesanannya kealamat pembeli. Tapi kadang ada saja penjual nakal yang menjual barang dibawah kualitas harga bahkan lebih parahnya sampai melakukan penipuan dengan tidak mengirim barang kepada pelanggan sama sekali. Makanya pada Era Digital seperti ini kita diharuskan untuk menjadi konsumen cerdas yang mampu menilai mana olshop yang dapat dipercaya dan mana yang sebaiknya di hindari.

Pertama, kita dapat melihat dari jumlah followers, testimony, komentar para konsumen, biasanya olshop yang sedikit komentar dari konsumen bahkan menutup kolom komentarnya dapat kita curigai. Karena olshop yang menutup kolom komentar biasanya berisi gugatan konsumen atas ketidak puasan dari pelayanan olshop tersebut.

Kedua, dari harga biasa  harga berbanding lurus dengan kualitas, maka sudah tidak menjadi rahasia umum lagi bahwa semakin bagus kualitas maka semakin wah pula harganya. Jika pun kita menemukan diskon pastikan diskonnya masih diangka standar.

Ketiga, belilah di olshop-olshop yang  sudah terpercaya seperti yang sudah dalam suatu naungan yang telah termanajemen dengan baik sehingga jika barrang tidak sampai atau tidak sesuai dengan kualitas yang tertera kita bisa return atau membatalkannya.

Yups, mungkin hanya itu tulisan saya tentang konsumen cerdas di era digital  semoga bermanfaat.

konsumen cerdas di era digiital

 

 

 

sepi

Malam, ajari aku untuk kuat dan bertahan dalam sepi. Sepi yang selalu menusukku  hingga butiran bening kadang jatuh tak tertahankan sepi yang kadang menikam hingga bagian yang terdalam.

Hari ini aku ingin bercerita sedikit tentang perasaan yang baru saja datang perasaan yang tiba-tiba muncul, sesak, air mataku langsung menetes entah apa yang sedang aku rasakan  semua begitu cepat semua tiba-tiba datang sepi itu datang dan aku menangisinya.

Apa aku kalah? Aku rasa tidak aku hanya sedang tak dapat mengendalikan emosiku hanya itu aku hanya kalah sesaat tidak lebih. benar hanya sesaat aku sudah kembali menata hatiku lagi  karena aku tidak akan terpuruk dalam waktu lama tidak sama sekali.

 

Jakarta, 09 Oktober 2016

Jatuh cinta

Hari ini aku merasakan kembali kasih sayang Allah, kasih sayang yang sebenarnya selalu aku dapatkan setiap detiknya. Namun, yang aku lakukan selalu saja sama lalai dan enggan untuk bersukur.

Aku adalah seorang single yang teman-temanku biasa menyebutnya dengan panggilan sayang berupa sebutan jomblo. Aku tidak malu menjadi jomblo, apalagi setelah aku memutuskan menjadikannya sebagai prinsif. Aku bukan jomblo yang meraka bilang jomblo dari lahir. Tidak, aku tidak begitu karena aku punya masa lalu. Aku menjomblo sudah 3 tahun, “ko tahan si may” kata-kata yang sering kudengar saat temanku tau berapa lama aku menjomblo, ahhh tidak maksudku menjadi single. Mereka suka heran kenapa aku kuat, itu semua karena aku happy, ya, aku bahagia, jadi seperti ini bisa pergi kemana pun aku suka tanpa harus laporan kepada siapa-siapa. Maksudku kepada siapapun selain kedua orang tuaku. Aku tidak suka diatur apalagi jika hanya orang yang tidak berkepentingan masuk kedalam hidupku dan membatasi gerakku, aku tidak mau, benar-benar tidak mau.

Singkat certa, tiga tahunku sangat bahagia karena bisa berteman dengan diriku sendiri. Terkadang ada beberapa makluk Adam yang datang menawarkan hati, tapi aku tetap saja pada pendirianku. Hingga hari itu tiba ketika hatiku ditaklukan “sesosok” makluk adam yang sebenarnya baru saja ku kenal. Aku menemukan rasa nyaman, nyaman sekali saat chat dengannya, aku bisa tertawa dan menjadi diriku sendiri aku bahagia, lebih bahagia. Setidaknya itulah yang kurasakan. Apalagi dari sikapmu, seperti ada sebuah sinyal yang jelas terpampang didepan mataku, aku hampir berpikir melepaskan komitmenku selama tiga tahun terakhir ini, dengan alasan sepele, aku takut kehilanganmu.

Tapi yang aku bilang dikalimat pertamaku saat pertama aku mulai menulis, Allah menyayangiku, mencintaiku. Mungkin karena tak tidak tega melihat kegalauanku beberapa hari terakhir ini, Hingga sebelum saat aku benar-benar jatuh Ia membukakan sebuah kebenaran yang mengejutkan untukku. Ternyata laki-laki itu telah mempunyai kekasih. ya, hendra sudah memiliki kekasih, dari informasi terakhir yang aku terima dia sudah lebih dulu menjalin hubungan dengan wanita lain dua bulan yang lalu, jauh sebelum aku mengenalnya apalagi berchatan dengannya. Aku, tak apa, aku bahagia. setidaknya aku tau saat perasaannya mulai tumbuh bukan saat tunasnya benar-benar tumbuh. “Apa kamu puas? Saya sendiri sangat puas.
Jatuh sebelum naik itu lebih baik di banding jatuh setelah diatas.
Setidaknya lukanya tak begitu menganga” terimakasih Ya Allah Engkau Maha baik.

Aku juga ingat kata Imam Syafi’i “ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada -Nya”. Hingga pelajaran yang aku ambil dari hari ini adalah bersyukur, terimakasih, Ya Rabku semoga cintaku semakin tertanam dalam Kepada Mu. Dan semoga akan tak ada lagi cinta kepada maklukMu yang melebihi cintaku pada Engkau dan KekasiMu. Semoga Allah selalu menguatkan aku menjadi seorang single lillah sampai waktu yang tepat. Yaitu saat aku telah waktunya membuat status yang di akui oleh Agama dan negara. Aamiin…..

Tanyakan hati

Malam ini awal aku masuk kuliah pada semester genapku yang pertama dengan jadwal baru masuk ppukul 13:00 wib dan pulang 21:20 wib tapi bukan hal ini yang ingin aku bahas. kebetulan karena hari ini masuk pertama dosen memberikan dispensasi pulang cepat, dan hari ini adalah malam minggu diperjalanan aku menjumpai dua majlis, yang sedang mengadakan acara besar dan satu acara fans club sepak bola asal Jakarta. aku sedikit miris melihatnya karena dari yang aku lihat jumlah hadirin atau orang yang datang lebih banyak pada acara fansclub tersebut dibandingkan dengan jumlah orang yang hadirdi kedua majlis tersebut bahkan sepertinya ada yang datang dari jauh karena kulihat banyak mobil-mobil seperti angkot, bus dan mobil-mobil pribadi. Lalu bagaimana kita sebagai generasi islam mengapa kita lebih suka menghadiri konser, meet and great, nonton bioskop di bandingkan ikut dalam sebuah majlis demi menuntut ilmu?? Teguran untuk kita semua (diri sendiri dan kalian)